Rabu, 16 Desember 2015

MY TRUK MY ADVENTURE Eps. Merauke


Holaa, selamat pagi.
Dilihat dari judulnya saja sudah keren, yapz My Trip Truk My Adventure (MTMA). Apa yang anda pikirkan ketika membaca judul diatas? Mungkin hanya lelucon kelas bawah yang menggunakan kata MTMA. Tapi bukan itu maksud saya disini.
My Truk My Adventure adalah pengalaman kami di kota rusa ini (red:Merauke). Disini kami belajar bagaimana hidup sederhana. Mulai dari makan, minum, mandi, pakaian, serta transportasi. Bagaimana tidak sederhana, kami disini hidup di pinggiran kota. Meski di pinggiran kota dan disamping jalan utama menuju Sota (daerah perbatasan RI-PNG), tetapi disini jarang sekali ada transportasi umum. Kadang ada angkot atau sering dikenal dengan istilah taxi, yang biasa melintas banyak hanya saat pagi dan siang saja untuk menjemput anak-anak sekolah. Selain taxi, juga ada bis DAMRI, tetapi bis ini hanya beberapa kali saja melintas di depan asrama kami. Nah, dengan cerita diatas, sudah pasti tahu kan apa yang saya ingin tuliskan?
ini nih truknya :D
Truk adalah barang berharga buat kami. Meski hanya sebuah truk bekas mengangkut tanah galian, tetapi Truk itu dapat menyatukan kami. Iyaa, dia dapat menyatukan kami disini dari pinggiran kota menuju ke kota di baknya. Dengan bak terbuka, kami bisa melihat putaran kota Merauke beserta isinya. Kami bisa melihat bandara dengan jelas, bisa melihat pesawahan, bahkan bisa melihat langsung matahari. Hehehhe
Selfie diatas Truk ini :D
Terik panas sang matahari tidak memudarakan tekad kami untuk bersatu. Disini kami semua sama, satu kepanasan semua ikut kepanasan, satu kehujanan, semua ikut kehujanan. Demi kebersamaan dan demi bisa ke kota, pasar, serta ke tempat yang terdapat sinyal melimpah, tanpa ragu kami naik besi besar itu. Jarak dari asrama ke kota tidak lumayan jauh, sekitar 30-45 menit kami sudah sampai. Bukan SM-3T Merauke namanya kalau di perjalanan kami hanya diam saja. BUKAN!! Kami selalu mengisi Quality Time diatas truk sambil nyanyi-nyanyi lagu yang pernah kita dapat di AAU Jogjakarta. Mulai dari Cintaku Untukmu Negeri, Abdi Negara, Rambate, sampai lagu yang paling fenomenal “Tinggalkan Ayah, Tinggalkan Ibu”. Tak ada yang namanya sedih alias badmood ketika kami bersama-sama diatas truk. Semua selalu riang gembiara, agar kami awet muda. Yeaahhhhhh
Tapi, setelah memasuki wilayah yang mengandung unsur sinyal internet, semua berubah menjadi autis. Semua penumpang sudah mulai sibuk sendiri dengan gadget masing-masing. Disitu mulai terdengar suara-suara notifikasi gadget, seperti Line, WA, BBM, Instagram, dll. Namanya juga anak muda, kalau gag pegang gadget gag greget. Auitisisasi berlaku tidak lama. Setelah truk memasuki ruang yang kedap sinyal, dan tulisan di gadget berubah menjadi “Emergency  Call Only”, gadget satu-persatu mulai dimasukkan ke asalnya. Hahaha
Buat para pembaca, pokoknya seru lah kalau naik truk itu. Gausah takut item lah, kotor lah, panas lah atau apalah apalah. Yang penting bisa kumpul bareng itu sudah luar biasa. Jangan ngaku keren kalau belum merasakan truk Merauke. Yeaaaahhh

My Truk My Adventure