Holaa, selamat pagi.
Dilihat
dari judulnya saja sudah keren, yapz My Trip Truk My Adventure (MTMA). Apa yang anda pikirkan ketika
membaca judul diatas? Mungkin hanya lelucon kelas bawah yang menggunakan kata
MTMA. Tapi bukan itu maksud saya disini.
My Truk
My Adventure adalah pengalaman kami di kota rusa ini (red:Merauke). Disini kami
belajar bagaimana hidup sederhana. Mulai dari makan, minum, mandi, pakaian,
serta transportasi. Bagaimana tidak sederhana, kami disini hidup di pinggiran
kota. Meski di pinggiran kota dan disamping jalan utama menuju Sota (daerah
perbatasan RI-PNG), tetapi disini jarang sekali ada transportasi umum. Kadang
ada angkot atau sering dikenal dengan istilah taxi, yang biasa melintas banyak
hanya saat pagi dan siang saja untuk menjemput anak-anak sekolah. Selain taxi,
juga ada bis DAMRI, tetapi bis ini hanya beberapa kali saja melintas di depan
asrama kami. Nah, dengan cerita diatas, sudah pasti tahu kan apa yang saya ingin
tuliskan?
| ini nih truknya :D |
Truk
adalah barang berharga buat kami. Meski hanya sebuah truk bekas mengangkut
tanah galian, tetapi Truk itu dapat menyatukan kami. Iyaa, dia dapat menyatukan
kami disini dari pinggiran kota menuju ke kota di baknya. Dengan bak terbuka,
kami bisa melihat putaran kota Merauke beserta isinya. Kami bisa melihat
bandara dengan jelas, bisa melihat pesawahan, bahkan bisa melihat langsung
matahari. Hehehhe
![]() |
| Selfie diatas Truk ini :D |
Terik
panas sang matahari tidak memudarakan tekad kami untuk bersatu. Disini kami
semua sama, satu kepanasan semua ikut kepanasan, satu kehujanan, semua ikut
kehujanan. Demi kebersamaan dan demi bisa ke kota, pasar, serta ke tempat yang terdapat
sinyal melimpah, tanpa ragu kami naik besi besar itu. Jarak dari asrama ke kota
tidak lumayan jauh, sekitar 30-45 menit kami sudah sampai. Bukan SM-3T Merauke
namanya kalau di perjalanan kami hanya diam saja. BUKAN!! Kami selalu mengisi Quality Time diatas truk sambil
nyanyi-nyanyi lagu yang pernah kita dapat di AAU Jogjakarta. Mulai dari Cintaku
Untukmu Negeri, Abdi Negara, Rambate, sampai lagu yang paling fenomenal
“Tinggalkan Ayah, Tinggalkan Ibu”. Tak ada yang namanya sedih alias badmood ketika kami bersama-sama diatas
truk. Semua selalu riang gembiara, agar kami awet muda. Yeaahhhhhh
Tapi,
setelah memasuki wilayah yang mengandung unsur sinyal internet, semua berubah
menjadi autis. Semua penumpang sudah mulai sibuk sendiri dengan gadget masing-masing.
Disitu mulai terdengar suara-suara notifikasi gadget, seperti Line, WA, BBM,
Instagram, dll. Namanya juga anak muda, kalau gag pegang gadget gag greget. Auitisisasi berlaku tidak lama. Setelah
truk memasuki ruang yang kedap sinyal, dan tulisan di gadget berubah menjadi “Emergency
Call Only”, gadget satu-persatu mulai dimasukkan ke asalnya. Hahaha
Buat
para pembaca, pokoknya seru lah kalau naik truk itu. Gausah takut item lah,
kotor lah, panas lah atau apalah apalah. Yang penting bisa kumpul bareng itu
sudah luar biasa. Jangan ngaku keren kalau belum merasakan truk Merauke.
Yeaaaahhh
My Truk
My Adventure





























.jpg)
